Para peneliti di Universitas Manchester telah menciptakan sistem baru yang dapat membantu mencegah satelit bertabrakan satu sama lain di orbit Bumi yang semakin padat.
Alat ini menghubungkan apa yang perlu dilakukan satelit, seperti mengambil gambar beresolusi tinggi, dengan risiko tabrakan yang muncul akibat berbagai ukuran dan ketinggian satelit, sehingga memungkinkan para perancang untuk mendeteksi bahaya jauh lebih awal dalam proses perencanaan.
Dengan 11.800 satelit aktif yang sudah berada di orbit dan jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat tajam, tim tersebut mengatakan bahwa pendekatan ini dapat membuat misi di masa depan lebih aman dan berkelanjutan.
Dr Ciara McGrath dari Universitas Manchester mengatakan bahwa alat tersebut akan membantu menjaga agar ruang angkasa “dapat digunakan untuk generasi mendatang”.
Pada dasarnya, alat ini adalah kerangka kerja pemodelan yang menghubungkan dua hal yang secara tradisional ditangani secara terpisah:
Persyaratan kinerja misi (misalnya, berapa banyak satelit yang dibutuhkan dan pada ketinggian berapa satelit tersebut harus beroperasi) dengan risiko tabrakan di berbagai lingkungan orbit.
Dengan menggabungkan hal-hal ini dalam satu sistem, alat ini akan membantu perancang misi memahami pertimbangan antara kualitas data dan keselamatan orbit.
‘Lindungi lingkungan’
Satelit pengamatan bumi semakin diandalkan untuk mendukung upaya pencapaian 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa – yang menyediakan data tentang isu-isu seperti penggunaan lahan, pembangunan perkotaan, ekosistem, dan penanggulangan bencana.
Pendekatan baru dari para peneliti Manchester akan menghubungkan persyaratan misi untuk resolusi dan cakupan gambar dengan ukuran satelit dan jumlah satelit di orbit untuk mencegah tabrakan dan puing-puing dengan lebih baik.
Para peneliti menemukan bahwa ukuran setiap satelit sangat memengaruhi kemungkinan terjadinya tabrakan.
Studi tersebut juga menemukan bahwa meskipun orbit yang lebih tinggi membutuhkan lebih sedikit satelit untuk mencapai cakupan, satelit-satelit tersebut membawa risiko tabrakan individual yang lebih besar karena ukurannya jauh lebih besar.
Penulis utama, John Mackintosh, peneliti PhD di Universitas Manchester, mengatakan: “Penelitian kami membahas apa yang digambarkan sebagai ‘paradoks keberlanjutan ruang angkasa’, yaitu risiko bahwa penggunaan satelit untuk memecahkan tantangan lingkungan dan sosial di Bumi pada akhirnya dapat merusak keberlanjutan jangka panjang ruang angkasa itu sendiri”.
